Tuesday, May 2, 2017

Interrelationship Between Economic Sectors

Sisi Kiri

Eksternal Sektor:
1. Current Account:
- Ekspor
-Impor
-transfer
-indome

2.Capital dan financial transaksion
Direct Investmen
Financial flows
-govermen sektor
-private sektor
Internasioanl reserves


Sisi Kanan

Sektor Riil
-konsumsi
-investasi
-Ekspor
-Impor

Govermen Sektor
-Govermen revenue
-govermen ekspenditure
-Equilibrium
Source of fund
-domestic
-foreign

Sektor moneter
-moneter autority
   --net foreign asset
   --net domestic assets
  --net claim on govermen
-commersial bank
   --net foreign asset
   --net domestic assets

Indikator Keberlanjutan Fiskal

Indikator Keberlanjutan Fiskal (nisbah GDP)
1. utang publik
2. surplus atau defisit primer atau keseimbangan primer
3. surplus fiskal
4. pembelanjaan fiskal
5. penerimaan pemerintah
6. pembayaran utang

Keberlajutan Eksteren

Mencakup status neraca pembayaran internasional yang dapat diamati melalui neraca transaksi berjalan dan neraca transaksi keuangan dan kapital. dengan pemerintah menciptakan sistem pengelolaan sumber sumber ekonomi dari luar negeri yang mungkin dapat dimanfaatkan generasi sekarang tetapi pada saat yang bersamaan harus menjamin bahwa sumber sumber berkenaan tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang. Misal ekspor bahan mentah dan SDA serta pengelolaan FDI (foreign direct investmen dan utang LN)

Keberlanjutan Fiskal

Raymondo

Keberlanjutan fiskal berkaitan dengan suatu status (state) di mana utang publik atau utang pemerintah atau defisit fiskal berada pada batas yang dapat ditoleransi sebagai akibat pemerintah melanjutkan program pengeluarannya

batas yang dapat ditoleransi memungkinkan pemerintah melakukan pembayaran reguler bunga dan pokok utang baik kewajiban DN dan LN dan secara bertahap mengurangi pengeluaran defisit dalam jangka panjangserta mempertahankan peringkat kredit yang baik guna memperoleh kemudahan akses untuk mendapat pinjam baru


Adam

Suatu status dimana anggaran belanja pemerintah dapat dibiayai secara mulus tanpa menciptakan atau mendorong kenaikan yang luar biasa dari utang publiksepanjang waktu

keberlanjutan statik: mencerminkan kemampuan pemerintah mendanai anggaran belanjanya dari periode ke periode

keberlanjutan dinamik:kesanggupan pemerintah melunasi utang/kewajibannya dalam jangka panjang

ALiRAN/mAzHAb EKONOmiKA

1. Aliran Baku Ekonomika

Faktor produksi dan barang dipandang sebagai sumber-sumber ekonomi (properti). Dalam kasus ini, properti (property) didefinisikan sebagai hak untuk menggunakan sumber-sumber tsb secara fisik termasuk perolehannya, mempertukarkan dan merubahnya. Menurut aliran baku ekonomika, properti dibedakan menjadi 2 yaitu properti individu (privat) dan properti publik (milik pemerintah).

2. Aliran Tidak Baku Ekonomika ≈ Ekonomika Properti (Property Economics)

Aliran ini tidak sependapat dg aliran baku, dan membedakan antara properti dan kepemilikan (possession). Menurut aliran ini, properti didefinisikan sebagai hak memperoleh pembebanan dan jaminan (koleteral) atau hak untuk menukarkan atau hak untuk tidak menyentuh sumber-sumber ekonomi. Kepemilikan didefinisikan sebagai “hanya” hak untuk menggunakan sumber-sumber ekonomi secara fisik dan perolehannya, termasuk hak untuk merubah bentuk dan substansi sumber-sumber berkenaan.

Steiger, 2006

Perlunya Campur Tangan Pemerintah Dalam Perekonomian

1. ada barang publik yang dibayar dari pajak

2. masalah eksternalitas

eksternalitas bisa + bisa - misal pembangunan bandara baru +:pengangguran turun, - polusi dll

3. jika ada monopoli
-monopoli  baku --> aturan pemerintah
-monopoli perintis--> pemerintah beri subsidi ke perusahaan atau ke konsumen

4. keadilan --> tidak ada tipu2

Keterbatasan Kebijakan Moneter

Keterbatasan Kebijakan Moneter
1. efektifitas kebijakan moneter lebih baik dari kebijakan fiskal karena pengambilan keputusan kebijakan moneter lebih cepat (cukup BI) jika fiskal banyak pihak terlibat (pemerintah, DPR)

2. Ketidakpastian model
model ekonomi hanya perkiraan dari keadaan sebenarnya


policy lag:
recognition lag : jangka waktu antara tahu adannya shock dan terjadinya shock
implementation lag: jangka waktu penerapan kebijakan  dengan tahu adanya shock
impact lag: jangka waktu penerapan kebijakan dan dampaknya