Tuesday, November 22, 2016

Balance Of Payment

Suatu catatan aliran keuangan yang menunjukkan nilai transaksi perdagangan dan aliran dana yang dilakukan di antara suatu negara dengan negara lain dalam suatu tahun terntentu.

Transaksi berjalan: eskpor dan impor barang dan jasa

Transaksi modal: aliran neto modal kepada pemerintah dan kepada swasta

Surplus jika transaksi berjalan (net eksport) dan modal masuk lebih besar dari impor dan modal keluar

Surplus artinya aliran pembayran dan investasi ke suatu negara melebihi aliran yang sama ke negara lain

Sejarah Sistem Exchange Rate

Fixed Exchange Rate
1. classical gold standar --> sistem nilai tukar tetap dasarnya jumlah emas yang dimiliki tiap2 negara
2. bretton wood sistem -->setelah PD II, sistem tetap yang dapat disesuaikan

Flexible Exchange Rat/Floating Exchange Rate
--> di tentukan oleh supply dan deman

Pembangunan Ekonomi Asian Model dan Sosialis

Ciri-ciri menonjol Asian model:
1.Tingginya tingkat investasi
2.Fundamental Makroekonomi yang mantap
3.Berorientasi ke luar

Ciri-ciri menonjol Socialism:
1. kepemilikan pemerintah sumber-sumber produktip
2. perencanaan dan koordinasi berbagai sektor
3. redistribusi pendapatan
4. evolusi damai dan demokratis

Masalah Pembangunan Ekonomi di Negara Miskin


1.Ledakan penduduk dan rendahnya kualitas sumber daya manusia 2.Sedikitnya tabungan dan investasi 4.terbatasnya perubahan teknologi dan inovasi
5. semakin berkurangnya sumber daya alam

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Ekspor dan Impor

Yang mempengaruhi eksport:
1. tingkat pendapatan nasional negara tujuan eksport
2. tingkat harga barang di pasar internasional
3. kurs mata uang negara mitra dagang

Yang mempengaruhi import:
1. tingkat pendapatan nasional DN
2. tingkat harga barang relatif DN dibandingkan harga barang LN
3. Kurs mata uang

Mengapa Uang diminta dalam perekonomian?

1. untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari / transaction motives

2. untuk pemenuhan kebutuhan berjaga-jaga / precautionary motives

3. untuk pemenuhan spekulasi

Bank Central

Tujuan adanya bank central: menjaga stabilitas mata uang relatif dalam negeri (inflasi) dan luar negeri (kurs) serta kebijakan lainnya misal pengangguran, pembangunan daerah.

hubungan dengan tujuannya tersebut tugas2 Bank Central / BI:
1. sebagai bank pemerintah (treasury bill)
2. sebagai bank dari semua bank (lender of bank)
3. mencetak dan mengedarkan uang kartal untuk memperlancar ekonomi dan mengawasinya
4.mengawasi bank umum
5. mengawasi keseimbangan neraca perdagangan luar negeri

Instrumen kebijakan moneter bank central:
1. Diskon rate policy -->penetapan suku bunga pinjaman ke bank umum
2. operasi pasar terbuka --> menjual/beli surat berharga
3. cadangan wajib minimum
4. kebijakan perkreditan

Bagaimana kebijakan moneter mempengaruhi kurva ad-as?
misal tingkat suku bunga bank turun maka investasi akan naik akibatnya agregat deman akan naik, sehingga PDB naik...ada grafiknya :
1. grafik r (tk bunga) dan bank reserves
2. grafik r (tk bunga) dengan investasi
3. grafik C + I +G (agregat demand sebelum dan sesudah investasi naik)

Cara Bank Central Mengendalikan Uang Beredar di Masyarakat

  • Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
  • Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
  • Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
  • Imbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

Proses Penciptaan Uang Giral Oleh Bank Umum

Salah satu fungsi sistem keuangan adalah penciptaan uang. Penciptaan uang antara lain dapat dilakukan melalui bank umum yaitu dengan melalui penciptaan uang giral. Oleh karena itu, bank umum dapat mempengaruhi jumlah uang beredar. Untuk menggambarkan proses penciptaan uang oleh bank-bank umum dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa asumsi sebagai berikut:

1. Ketentuan reserve requirement (RR) 5 %

2. Semua loanable funds yaitu dana setelah dikurangi RR, disalurkan dalam bentuk kredit.

3. Setiap transaksi menggunakan cek.

4. Semua transaksi dalam bentuk giro.

5. Simpanan giro pertama sebesar Rp. 1 juta dan disimpan pada Bank Umum A.

Proses transaksi untuk penciptaan uang oleh bank umum perekonomian dengan menggunakan asumsi di atas dimulai dengan simpanan nasabah dalam bentuk Giro pada Bank A sebesar Rp. 1 juta. Untuk memenuhi ketentuan Bank Umum A menahan sebesar Rp. 50 ribu (5 % x Rp. 1 juta) sebagai cadangan. Sisanya sebesar Rp. 950 ribu yang dalam hal ini adalah loanable funds dipinjamkan kepada nasabahnya.

Selanjutnya, nasabah yang mendapatkan kredit tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhanya. Pihak penjual dengan adanya transaksi tersebut memperoleh uang yang kemudian menyetorkannya pada rekening gironya di Bank Umum B sebesar Rp. 950 ribu. Oleh Bank Umum B setelah menahan cadangan sebesar 5 % x Rp. 950 ribu = Rp. 47.500, sisa dananya sebesar Rp. 902.500 kemudian dipinjamkan kepada nasabahnya.

Nasabah yang memperoleh pinjaman dari Bank Umum B membelanjakan uangnya tersebut sebagaimana dengan nasabah Bank Umum A sebelumnya. Oleh pihak penjual yang melakukan transaksi tersebut disetorkan ke rekeningnya di Bank Umum C sejumlah Rp. 902.500 yang kemudian menahan sebagian jumlah tersebut sebagai cadangan likuiditas dan selanjutnya menyalurkannya kembali kepada debitur. Proses transaksi seperti ini akan berulang secara terus menerus yang akan berakhir pada suatu tahap di mana tidak ada lagi sisa cadangan likuiditas sehingga loanable funds menjadi nihil dari jumlah simpanan giro awal.

Pada proses penciptaan uang giral oleh bank umum tersebut yang jumlah awalnya hanya sebesar Rp. 1 juta akan menjadi 20 juta setelah melalui proses penciptaan uang giral dengan mekanisme yang sama seperti dijelaskan di atas. Jumlah uang giral, cadangan likuiditas, dan kredit yang diberikan pada akhir proses penciptaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

D = S/r



Dimana:

D : Jumlah seluruh uang giral, cadangan dan kredit yang diberikan yang akan terwujud dalam proses penciptaan uang.

S : Jumlah uang giral, likuiditas dan kredit yang diberikan yang tercipta pada awal proses penciptaan uang

r : Ketentuan bagian uang giral (dalam persen) yang harus ditahan oleh bank sebagai cadangan likuiditas (reserve requirement).





a. Tabungan giral : D = S/r

= 1.000.000/5% = Rp. 20.000.000



b. Cadangan wajib : D = S/r

= 50.000/5% = Rp. 1.000.000



c. Kredit yang diberikan : D = S/r

= 950.000/5% = Rp. 19.000.000

Money Supply

Money Supply adalah jumlah uang beredar pada perekonomian dan tersedia untuk ditransaksikan. Jumlah persediaan uang ini dibedakan menjadi beberapa kategori yang dibagi menurut likuiditasnya, yaitu:

Money Supply adalah jumlah uang beredar pada perekonomian dan tersedia untuk ditransaksikan. Jumlah persediaan uang ini dibedakan menjadi beberapa kategori yang dibagi menurut likuiditasnya, yaitu:
 jumlah uang fisik yang beredar baik kertas maupun koin --> uang kartal dan juga cek dan deposit -->uang giral

Serta dalam arti luas termasuk deposito berjangka, tabungan valas.

Peran dan Fungsi Uang

1. Sebagai alat tukar
alat tukar yang digunakan dalam transaksi jual beli. Solusi barter.

2. Sebagai satuan pengukur nilai
nilai suatu barang jadi bisa diukur dan dibandingkan.

3. Sebagai alat penimbun kekayaan.

Fungsi Sistem Financial

Fungsi utama dari sistem keuangan adalah :
1. mentransfer sumber daya melewati waktu, sektor dan negara, misal investasi asing di indonesia
2. mengelola risiko ekonomi, misal asuransi
3. untuk membagi dan mengumpulkan dana kepada yang membutuhkan dana, misal reksadana
4.  dan clearing house function.;misal membayar dengan cek, clearinghouse akan mendebit dana kamu dan mengkredit ke rek pembeli

Cara mengatasi inflasi:

A.Kebijaksanaan moneter
1.menaikkan suku bunga
2.menjual surat berharga (OMO)
3.mengawasi kredit secara ketat
4.menaikkan CWM

B.Kebijaksanaan fiskal
1.mengurangi G
2.menaikkan tingkat pajak
3.mengurang subsidi
4.menambah pinjaman pem.baik DN/LN

C.Keb.non-moneter/non-fiskal
1.mendorong produksi nasional
2.kebijaksanaan pengupahan
3.pengawasan harga dan memperlancar distribusi barang

Interdepence in Open Economic

Dalam jangka panjang, beroperasi di pasar global memberikan kendala dan peluang baru bagi negara-negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka. Tabungan dan investasi, yang sangat mobile dan responsif terhadap insentif dan iklim investasi di negara lain.

Sektor asing memberikan sumber lain dana untuk investasi dan tempat lain untuk menyimpan/saving. Tabungan-domestik lebih tinggi melalui tabungan swasta atau tebungan pemerintah -akan meningkatkan jumlah investasi domestik dan ekspor bersih. Rumusnya adalah:

X=S+(T-G)-I atau Net ekspor = tabungan swasta + tabungan pemerintah - PMDN

Dalam jangka panjang, posisi perdagangan suatu negara akan mencerminkan tingkat tabungan dan investasi nasional. Mengurangi defisit perdagangan membutuhkan perubahan tabungan domestik dan investasi. Salah satu mekanisme yang penting untuk membawa arus perdagangan sejalan dengan tabungan domestik dan investasi adalah nilai tukar.

 Selain mempromosikan tabungan yang tinggi dan investasi, negara meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai macam kebijakan dan lembaga. Pertimbangan penting adalah iklim ekonomi makro yang stabil, hak milik yang kuat untuk pada investasi riil dan kekayaan intelektual, nilai tukar mata uang dengan beberapa pembatasan arus keuangan, dan stabilitas politik dan ekonomi.

Tingkat Pengangguran

Penganggur (unemployed person) dan tingkat pengangguran (unemployment rate)

Penganggur adalah bagian dari angkatan kerja (labor force) yang tidak memperoleh pekerjaan

Angkatan kerja adalah bagian dari penduduk usia kerja (working age population) →utk.Indonesia 15 thn. Ke ats utk.Amerika Serikat 16-65 thn.;  yang masuk ke pasar tenaga kerja.

Tingkat Pengangguran=(penganggur/angkatan kerja)x100%

Unemployment by reasons:
1.Job loser
2.Reentrant
3.New entrant
4.Job leaver

Jenis-jenis pengangguran

A.Konjungtural→terjadi sebagai akibat adanya penurunan kegiatan ekonomi secara umum (resesi atau depresi)
B.Struktural→terjadi akibat adanya perubahan struktur kegiatan ekonomi dari agraris ke industri mendorong terjadinya perubahan permintaan jenis dan sifat tenaga kerja serta perubahan teknologi yg.digunakan
C.Friksional→terjadi akibat adanya keinginan pekerja utk.mendapat jenis pekerjaan yg.lebih baik dgn.gaji yg.lebih banyak,namun kesempatan kerja seperti itu jumlahnya tdk.terlalu banyak.

Akibat buruk pengangguran

A.Bagi perekonomian
1.GNP tidak maksimal
2.pendapat pajak untuk pembangunan berkurang
3.pertumbuhan ekonomi terganggu

B.Bagi individu
1.kehilangan utk.memeroleh pendapatan
2.kehilangan ketrampilan
3.ketidakstabilan sosial-ekonomi

Upaya-upaya memerangi pengangguran:

1.memperbaiki pelayanan pasar tenaga kerja→menyediakan informasi sebanyak-banyaknya tentang pasar tenaga kerja.
2.menyelenggarakan program pelatihan tenaga kerja
3.menghilangkan hambatan-hambatan yang ada di pasar tenaga kerja
4. mengurangi diinsentif untuk bekerja misal mengurangi subsidi



Hukum Okun (Arthur Okun Law):
Setiap penurunan 2% GNP dari GNP potensialnya, maka akan menaikkan tingkat pengangguran sebesar 1%

Kurva Philips

Penemuan studi empiris AW Philip (london school of economics) : adanya hubungan yang erat antara tingkat pengangguran dengan tingkat upah nominal. Hubungan tingkat pengangguran dengan tingkat upah nominal adalah negatif. Yang berarti peningkatan tingkat upah nominal yang tinggi akan disertai dengan rendahnya tingkat pengangguran serta sebaliknya.

Revisi Kurva Philip

Pada perkembangannya kurva philip berubah tidak menggunakan tingkat upah nominal namun tingkat inflasi. Hasilnya: jika ingin tingkat pengangguran rendah maka inflasi akan tinggi. Sebaliknya jika inflasi rendah maka tingkat pengangguran tinggi.


Inflasi

Definisi Inflasi
Kecenderungan terjadinya kenaikan harga-harga umum secara terus menerus.

Definisi tingkat inflasi
Indikator perubahan kenaikan-kenaikan harga-harga umum.

Cara menghitung inflasi
Inflasi= (Harga Umum Aktual-Harga umum aktual periode sebelumnya) dibagi Harga umum aktual periode sebelumnya

Penguukuran Laju Inflasi
1. Indeks biaya hidup -->biaya pengeluaran yang untuk sejumlah barang/jasa yang dibeli untuk keperluan hidupnya
2. Indeks Harga pedagang besar (Wholesale Price Induk) --> menggunakan sejumlah barang pada tingkat pedagang besar
3. GDP Deflator --> membagi GDP nominal dengan GDP riil

Macam-macam inflasi
Jenis inflasi dari segi tingkat keparahannya
1. Inflasi ringan <10%
2. inflasi sedang 10% - 30%
3. inflasi berat 30%-100%
4. hiper inflasi >100%

Jenis inflasi dari tingkat intensitasnya /cepat tidaknya laju inflasi
1. Inflasi yang merayap/creeping inflation -->kenaikan harga lamban dalam waktu relatif lama
2. inflasi menengah -->cukup cepat
3. inflasi tinggi --> sangat cepat

Jenis inflasi dari asalnya :
1. Inflasi Domestik -->terjadi karena gejolak riil dan moneter dalam negeri
2. Inflasi dari luar (imported inflasi) -->terjadi karena gejolak variabel2 luar negeri. misal surplus ekspor netto, sehingga banyak uang beredar di indonesia.

Inflasi dari segi sebab:
1. Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation)
Kenaikan permintaan agregat (semakin banyak jumlah uang yang beredar) tidak diimbangi kenaikan output.

2. Inflasi dorongan penawaran (Cost Push Inflation)
Akibat gejolak penawaran agregat. Misal kenaikan biaya produksi, penawaran agregat akan turun. Mengakibatkan titik keseimbangan yang baru. P naik Q turun.

3. Inflasi campuran
terjadi karena pengaruh permintaan agregat dan penawaran agregat

Pengaruh inflasi
1. Pengaruh inflasi terhadap distribusi pendapatan: tidak merata, Mengubah distribusi pendapatan, misal yang dirugikan adlah kelompok yang berpendapatan tetap.

2. pengaruh inflasi terhadap alokasi faktor2 produksi
Inflasi mengubah alokasi faktor2 produksi.Inflasi mengakibatkan alokasi produksi menjadi tidak efisien.Menaikkan ongkos produksi barang.

3. Pengaruh inflasi terhadap output
Inflasi menyebabkan kenaikan output yang diproduksi. Umumnya kenaikan harga melebihi kenaikan upah sehingga untung pengusaha naik. Hal ini mendorong pengusaha menaikkan produksi. Namun jika hiperinflasi output justru akan turun.



Thursday, November 17, 2016

Resume Makroekonomi Samuelson - Nordhaus Chapter 30 (Ed.19): Inflation

Ch 30 Inflasi
A. Definisi dan Dampak Inflasi
1.     Inflasi terjadi ketika tingkat harga umum meningkat. Tingkat inflasi adalah persentase perubahan indeks harga dari satu periode ke periode berikutnya. Indeks harga utama adalah indeks harga konsumen (CPI) dan deflator PDB.
2.     Seperti penyakit, inflasi datang dalam tingkat yang berbeda. Umumnya inflasi yang rendah terjadi di Amerika Serikat (persentase beberapa poin per tahun). Kadang-kadang, inflasi menghasilkan kenaikan harga dari 50 atau 100 atau 200 persen setiap tahun. Hiperinflasi terjadi ketika mesin cetak memuntahkan mata uang dan harga mulai naik berkali-kali lipat setiap bulan. Secara historis, hiperinflasi hampir selalu dikaitkan dengan perang dan revolusi.
3.     Inflasi mempengaruhi perekonomian dengan mendistribusikan ulang pendapatan dan kekayaan dan  merusak efisiensi. Inflasi yang tak terduga biasanya menjadi keuntungan para debitur, pencari laba, dan spekulan mengambil risiko. Namun inflasi menyakiti kreditur, kelas pekerja pendapatan tetap, dan investor real. Inflasi menyebabkan distorsi harga relatif, tarif pajak, dan suku bunga riil. Orang mengambil lebih banyak uang di bank, pajak  akan meningkat, dan pendapatan yang diukur dapat menjadi terdistorsi.

B. Teori Inflasi modern
4.     Pada setiap saat, ekonomi memiliki tingkat inflasi yang diharapkan. Ini adalah tingkat yang orang – orang bisa untuk mengantisipasi dan yang dibangun ke dalam kontrak kerja dan perjanjian lainnya. Tingkat inflasi yang diharapkan adalah ekuilibrium jangka pendek dan berlanjut sampai perekonomian terkejut.
5.     Pada kenyataannya, ekonomi menerima guncangan  harga secara terus menerus . Penyebab utama dari guncangan yang mendorong inflasi jauh dari tingkat yang diharapkan perusahaan adalah tarikan permintaan dan berkurannya pasokan. Tarikan permintaan menghasilkan inflasi dari terlalu banyak belanja berhadapan dengan terlalu sedikit barang, menyebabkan kurva permintaan agregat bergeser ke atas dan ke kanan. Upah dan harga kemudian meningkat di pasar. Inflasi karena berkurangnya pasokan adalah fenomena baru industri ekonomi modern dan terjadi ketika biaya produksi meningkat bahkan dalam periode pengangguran tinggi dan idle kapasitas.
6.     Kurva Phillips menunjukkan hubungan antara inflasi dan pengangguran. Dalam jangka pendek, menurunkan satu tingkat inflasi berarti menaikkan pengangguran. Begitu pula sebaliknya. Inflasi meningkat pengangguran menurun. Tetapi kurva Phillips jangka pendek cenderung bergeser dari waktu ke waktu seperti inflasi yang diharapkan dan faktor-faktor lain berubah. Jika pembuat kebijakan berusaha untuk menahan pengangguran di bawah NAIRU untuk waktu yang lama, inflasi akan cenderung naik dan naik.
7.     Teori inflasi modern bergantung pada konsep laju non accelerating inflatoin rate of unemployment, atau NAIRU, yang merupakan terendah tingkat pengangguran berkelanjutan yang negara dapatnikmati tanpa risiko kenaikan inflasi. Ini merupakan tingkat pengangguran sumber daya di mana tenaga kerja dan produk pasar naik secara seimbang. Berdasarkan teori NAIRU, tidak ada tradeoff permanen antara pengangguran dan inflasi, dan jangka panjang kurva Phillips vertikal.

C. Dilema Kebijakan Anti-inflasi
8.     Pusat perhatian bagi para pembuat kebijakan adalah biaya untuk mengurangi inflasi. Perkiraan saat ini menunjukkan bahwa resesi besar diperlukan untuk memperlambat inflasi yang diharapkan;
9.     ekonom telah mengajukan banyak usulan untuk menurunkan NAIRU;  proposal penting termasuk meningkatkan informasi pasar kerja, meningkatkan program pendidikan dan pelatihan, dan menata ulang program pemerintah sehingga pekerja memiliki insentif yang lebih besar untuk bekerja.



Resume Makroekonomi Samuelson - Nordhaus Chapter 29 (Ed.19): Unemployment and the Foundations of Aggregate Supply

Ch 29 Pengangguran dan Dasar-Dasar Penawaran Agregat
A. Dasar-dasar Penawaran  Agregat
1.     Penawaran Agregat menggambarkan hubungan antara output yang sektor bisnis mau memproduksi dan tingkat harga keseluruhan, hal lain dianggap konstan. Faktor-faktor yang mendasari penawaran agregat adalah(a)potensial output, ditentukan oleh masukan dari tenaga kerja, modal, dan sumber daya alam yang tersedia untuk ekonomi, bersama dengan teknologi atau efisiensi penggunaan input ini digunakan, dan (b)biaya input, seperti sebagai upah dan harga minyak. Perubahan faktor-faktor yang mendasari akan menggeser kurva AS.
2.     Perbedaan utama dalam analisis AS adalah antara jangka panjang dan jangka pendek. Dalam Jangka pendek, sesuai dengan perilaku dalam siklus bisnis dari beberapa bulan sampai beberapa tahun, melibatkan jadwal penawaran agregat jangka pendek. Dalam jangka pendek, harga dan upah memiliki unsur-unsur tidak fleksibel. Akibatnya, harga yang lebih tinggi diiringi dengan peningkatan produksi barang dan jasa. Hal ini ditunjukkan  kurva AS yang kemiringannya ke atas (upward sloping). Dalam jangka pendek analisis AS dan AD digunakan dalam analisis siklus bisnis para Keynesian.
3.     Yang dimaksud jangka panjang mengacu pada periode terkait dengan pertumbuhan ekonomi, setelah sebagian besar unsur-unsur siklus bisnis telah teredam keluar. Dalam jangka panjang, harga dan upah bersifat fleksibel sempurna; output ditentukan oleh potensi output dan independen dari tingkat harga. Jadwal penawaran agregat yang jangka panjang adalah vertikal.Analisis jangka panjang AS dan AD digunakan dalam analisis pertumbuhan ekonomi klasik.
B. Pengangguran
4.     Pemerintah mengumpulkan statistik bulanan tentang pengangguran, lapangan kerja, dan tenaga kerja dalam survei sampel dari populasi. Orang dengan pekerjaan dikategorikan sebagai dipekerjakan; orang tanpa pekerjaan yang mencari pekerjaan dikatakan pengangguran; orang tanpa pekerjaan yang tidak mencari pekerjaan dianggap luar angkatan kerja.
5.     Ada hubungan yang jelas antara gerakan dalam output dan tingkat pengangguran selama siklus bisnis. Menurut Hukum Okun, untuk setiap 2 persen PDB aktual menurun relatif terhadap PDB potensial, tingkat pengangguran naik 1 persen. Aturan ini berguna dalam menerjemahkan gerakan siklis dari PDB dalam efeknya terhadap pengangguran.
6.     Ekonom membedakan antara keseimbangan dan ketidakseimbangan pengangguran. Ekuilibrium pengangguran muncul ketika orang menjadi pengangguran sukarela ketika mereka bergerak dari satu pekerjaan ke pekerjaan atau masuk dan keluar dari angkatan kerja. Ini juga disebut pengangguran friksional.
7.     Pengangguran Disequilibrium terjadi ketika pasar tenaga kerja atau makroekonomi tidak berfungsi dengan baik dan beberapa orang berkualitas yang bersedia bekerja pada tingkat upah yang ada tidak dapat menemukan pekerjaan. Dua contoh disequilibrium adalah pengangguran struktural dan siklis. Pengangguran struktural muncul untuk pekerja yang berada di daerah atau industri yang berada dalam kemerosotan terus-menerus karena ketidakseimbangan pasar tenaga kerja atau upah riil yang tinggi. Pengangguran siklis adalah situasi di mana pekerja diberhentikan ketika perekonomian secara keseluruhan menderita penurunan.
8.     Memahami penyebab pengangguran telah terbukti menjadi salah satu tantangan utama makroekonomi modern. Diskusi di sini menekankan bahwa pengangguran tidak sukarela timbul karena penyesuaian lambat pada upah menghasilkan surplus (pengangguran) dan kekurangan (lapangan kerja) di pasar tenaga kerja individu. Jika upah tidak fleksibel berada di atas tingkat-kliring pasar, beberapa pekerja dipekerjakan tetapi pekerja lain yang sama-sama berkualitas  tidak dapat menemukan pekerjaan.
9.     Upah tidak fleksibel karena biaya yang terlibat dalam pengelolaan sistem kompensasi. Perubahan yang sering dari kompensasi untuk kondisi pasar akan mengakibatkan terlalu besar bagian manajemen waktu, akan mengacaukan persepsi pekerja tentang keadilan, dan akan merusak moral pekerja dan produktivitas.
10.  Hal-hal yang harus diperhatikan ketika melihat statistik pengangguran mengungkapkan beberapa
a.     Resesi memukul semua segmen tenaga kerja, dari tidak terampil yang paling terampil dan berpendidikan.
b.     Sebuah bagian yang sangat besar dari pengangguran AS adalah jangka pendek. Durasi rata-rata pengangguran meningkat tajam dalam resesi yang mendalam dan berkepanjangan.
c.     Dalam kebanyakan tahun, sejumlah besar pengangguran adalah karena simple turnover, atau penyebab gesekan, seperti orang memasuki angkatan kerja untuk pertama kalinya atau masuk kembali. Hanya selama resesi adalah kumpulan pengangguran terutama terdiri dari pekerja yang diPHK.

d.     Perbedaan tingkat pengangguran di Eropa dan Amerika Serikat mencerminkan kebijakan struktural dan efektivitas manajemen moneter.

Resume Makroekonomi Samuelson - Nordhaus Chapter 28 (Ed.19): Open-Economy Macroeconomics

Ch 28 Ekonomi –Terbuka Makroekonomi
A. Perdagangan Luar Negeri dan Kegiatan Ekonomi
1.     Perekonomian terbuka adalah salah satu yang terlibat dalam pertukaran barang, jasa, dan investasi. Ekspor barang dan jasa yang dijual kepada pembeli di luar negeri, sedangkan impor adalah barang dan jasa yang dibeli dari orang asing. Selisih antara ekspor dan impor barang dan jasa disebut ekspor bersih.
2.     Ketika perdagangan luar negeri diperkenalkan, permintaan domestik dapat berbeda dari output nasional. Permintaan domestik terdiri konsumsi, investasi, dan pembelian pemerintah(C+ I +G).Untuk mendapatkan PDB, ekspor(Ex)harus ditambahkan dan impor(Im)dikurangi, sehingga PDB =C + I + G + X dimana X =ekspor neto =Ex -Im. Impor ditentukan oleh pendapatan domestik dan output bersama dengan harga barang dalam negeri relatif terhadap orang-barang asing; ekspor adalah kebalikannya, ditentukan oleh pendapatan asing dan output bersama dengan harga relatif. Kenaikan dolar impor untuk setiap kenaikan dolar PDB disebut marginal propensity to import(MPM).
3.     Perdagangan luar negeri memiliki efek pada PDB mirip dengan investasi atau pengeluaran pemerintah. Sebagai akibat ekspor bersih meningkat, ada peningkatan permintaan agregat untuk output domestik. Ekspor bersih memiliki efek multiplier pada output. Tapi multiplier pengeluaran dalam perekonomian terbuka akan lebih kecil dari yang di perekonomian tertutup karena kebocoran dari pengeluaran ke impor. Multiplier adalah

http://highered.mheducation.com/sites/dl/free/0073511293/645925/image11.JPG

Jelas, hal-hal lain sama, multiplier terbuka-ekonomi lebih kecil dari multiplier perekonomian tertutup, di mana MPm =0.
4.     operasi kebijakan moneter memiliki implikasi baru dalam perekonomian terbuka. Contoh penting melibatkan operasi kebijakan moneter dalam sebuah perekonomian terbuka kecil yang memiliki mobilitas modal tingkat tinggi. Sebuah negara harus menyelaraskan suku bunga dengan orang-orang di negara-negara untuk siapa pasak nilai tukarnya. Ini berarti bahwa negara-negara yang beroperasi pada nilai tukar tetap pada dasarnya kehilangan kebijakan moneter sebagai instrumen independen kebijakan ekonomi makro. Kebijakan fiskal, sebaliknya, menjadi alat yang kuat karena stimulus fiskal tidak diimbangi dengan perubahan suku bunga.
5.     Sebuah perekonomian terbuka beroperasi dengan nilai tukar yang fleksibel dapat menggunakan kebijakan moneter untuk stabilisasi makroekonomi yang beroperasi secara independen dari negara-negara lain. Dalam hal ini, hubungan internasional menambahkan saluran lain yang kuat untuk mekanisme transmisi moneter dalam negeri. Sebuah pengetatan moneter mengarah ke suku bunga yang lebih tinggi, menarik modal keuangan asing dan menyebabkan kenaikan (atau apresiasi) nilai tukar. Apresiasi nilai tukar cenderung menekan ekspor bersih, sehingga dampak ini memperkuat dampak kontraksi suku bunga yang lebih tinggi atas investasi dalam negeri.
B. Saling ketergantungan dalam Ekonomi Global
6.     Dalam jangka panjang, beroperasi di pasar global memberikan kendala dan peluang baru bagi negara-negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka. Mungkin elemen yang paling penting kekhawatiran terhadapa tabungan dan investasi, yang sangat mobile dan responsif terhadap insentif dan iklim investasi di negara lain.
7.     Sektor asing memberikan sumber lain dana untuk investasi dan tempat lain untuk menyimpan/saving. Tabungan-domestik lebih tinggi melalui tabungan swasta atau fiskal surplus pemerintah -akan meningkatkan jumlah investasi domestik dan ekspor bersih. Rumusnya adalah:

X=S+(T-G)-I atau Net ekspor = tabungan swasta + tabungan pemerintah - PMDN

Dalam jangka panjang, posisi perdagangan suatu negara akan mencerminkan tingkat tabungan dan investasi nasional. Mengurangi defisit perdagangan membutuhkan perubahan tabungan domestik dan investasi. Salah satu mekanisme yang penting untuk membawa arus perdagangan sejalan dengan tabungan domestik dan investasi adalah nilai tukar.
8.     Selain mempromosikan tabungan yang tinggi dan investasi, negara meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai macam kebijakan dan lembaga. Pertimbangan penting adalah iklim ekonomi makro yang stabil, hak milik yang kuat untuk pada investasi nyata dan kekayaan intelektual, nilai tukar mata uang dengan beberapa pembatasan arus keuangan, dan stabilitas politik dan ekonomi.
C. Isu Ekonomi Internasional
9.     analisis Populer melihat defisit perdagangan yang besar dan melihat "deindustrialisasi." Tapi analisis ini menghadap perbedaan penting antara produktivitas dan daya saing. Daya Saing mengacu pada seberapa baik produk suatu negara dapat bersaing di pasar global dan ditentukan terutama oleh harga relatif. Produktivitas menunjukkan tingkat output per unit input. Pendapatan riil dan standar hidup tergantung terutama pada produktivitas, sedangkan posisi perdagangan dan neraca pembayaran tergantung pada daya saing. Tidak ada hubungan erat antara daya saing dan produktivitas.
10.  Nilai Tukar tetap merupakan sumber ketidakstabilan di dunia modal keuangan yang sangat mobile. Ingat Trilemma fundamental kurs tetap: Sebuah negara tidak dapat secara terus menerus memiliki kurs tetap teapi kurs yang dapat disesuaikan, kebebasan pergerakan modal dan keuangan, dan kebijakan moneter domestik yang independen.

11.  Pada tahun 1999, negara-negara Eropa memilih untuk pindah ke mata uang bersama dan kesatuan  bank. Sebuah mata uang umum adalah tepat ketika suatu wilayah membentuk sebuah mata uang yang optimal. Para pendukung penyatuan moneter Eropa menunjuk bahwa dengan penyatuan dapat meningkatkan prediktabilitas, biaya transaksi yang lebih rendah, dan potensi untuk alokasi modal yang lebih baik. Kekhawatiran terhadap penyatuan mata uang eropa – seperti sistem kurs tetap yang tidak dapat ditarik kembali – akan membutuhkan upa dan harga  yang fleksibel  untuk mendorong penyesuaian terhadap guncangan ekonomi makro.

Resume Makroekonomi Samuelson - Nordhaus Chapter 27 (Ed.19): Exchange Rates and the International Financial System

Ch 27 Tarif Exchange dan Sistem Keuangan Internasional
A. Neraca Pembayaran Internasional
1.     Neraca pembayaran internasional adalah himpunan rekening yang mengukur semua transaksi ekonomi antara bangsa dan seluruh dunia. Ini termasuk ekspor dan impor barang, jasa, dan instrumen keuangan. Ekspor adalah barang kredit, sedangkan impor adalah debit. Lebih umum, item kredit adalah transaksi yang meningkatkan kepemilikan suatu negara mata uang asing; . item debit adalah orang yang mengurangi kepemilikan mata uang asing
2.     Komponen utama dari neraca pembayaran adalah:
I. Giro (perdagangan barang, jasa, pendapatan investasi, transfer)

II. Finansial (swasta, pemerintah, dan perubahan cadangan resmi)
Aturan dasar keseimbangan-pembayaran akuntansi adalah bahwa jumlah semua item harus sama dengan nol: I + II = 0


B. Penetapan  Kurs Valuta Asing
3.     Perdagangan Internasional dan keuangan melibatkan unsur baru dari mata uang nasional yang berbeda, yang dihubungkan oleh harga relatif disebut kurs valuta asing. Ketika Amerika mengimpor barang-barang Jepang, mereka akhirnya harus membayar yen Jepang. Di pasar valuta asing, yen Jepang mungkin diperdagangkan pada ¥ 100 / $ (atau, secara timbal balik, ¥ 1 akan perdagangan sebesar $ 01). Harga ini disebut nilai tukar asingJepang.;
4.     Di pasar valuta asing hanya melibatkan dua negara, pasokan dolar AS berasal dari Amerika yang ingin membeli barang, jasa, dan investasi dari  permintaan untuk dolar AS berasal dari Jepang yang ingin mengimpor komoditas atau aset keuangan dari Amerika. Interaksi persediaan dan permintaan menentukan nilai tukar asing. Lebih umum, nilai tukar valuta asing ditentukan oleh interaksi yang kompleks dari berbagai negara membeli dan menjual di antara mereka sendiri. . Ketika perdagangan atau arus keuangan perubahan, pasokan dan pergeseran permintaan dan perubahan kurs ekuilibrium
5.     Penurunan harga pasar mata uang adalah depresiasi; kenaikan nilai mata uang disebut apresiasi. Dalam sistem dimana pemerintah mengumumkan kurs valuta asing resmi, penurunan nilai tukar resmi disebut devaluasi, sedangkan peningkatan adalah revaluasi.
6.     Menurut daya beli paritas (PPP) teori nilai tukar, nilai tukar cenderung bergerak dengan perubahan tingkat harga relatif negara yang berbeda. Teori PPP berlaku baik untuk jangka panjang daripada jangka pendek. Ketika teori ini diterapkan untuk mengukur daya beli dari pendapatan di berbagai negara, itu menimbulkan per kapita output dari negara-negara berpenghasilan rendah.

C. The International Monetary Sistem
7.     A yang berfungsi perekonomian internasional membutuhkan sistem kurs lancar operasi, yang menunjukkan lembaga yang mengatur transaksi keuangan antara negara-negara. Dua sistem nilai tukar penting adalah (a) nilai tukar yang fleksibel, di mana nilai tukar luar negeri suatu negara ditentukan oleh kekuatan pasar penawaran dan permintaan; dan (b) nilai tukar tetap, seperti standar emas atau sistem Bretton Woods, di mana negara-negara mengatur dan mempertahankan struktur tertentu tukar.
8.     ekonom klasik seperti David Hume menjelaskan penyesuaian internasional untuk perdagangan ketidakseimbangan dengan mekanisme emas-aliran. Dalam proses ini, pergerakan emas akan mengubah jumlah uang beredar dan tingkat harga. Misalnya, defisit perdagangan akan mengakibatkan arus keluar emas dan penurunan harga domestik yang akan (a) meningkatkan ekspor dan (b) impor pinggir negara emas kehilangan sementara (c) mengurangi ekspor dan (d) meningkatkan impor negara emas mendapatkan. Mekanisme ini menunjukkan bahwa di bawah kurs tetap, negara-negara yang memiliki keseimbangan-of-pembayaran masalah harus menyesuaikan melalui perubahan tingkat harga dan output domestik.

9.     Setelah Perang Dunia II, negara menciptakan sekelompok lembaga ekonomi internasional untuk mengatur perdagangan internasional dan keuangan. Di bawah sistem Bretton Woods, negara-negara "dipatok" mata uang mereka terhadap dolar dan emas, memberikan nilai tukar tetap tetapi disesuaikan. Setelah sistem Bretton Woods runtuh pada tahun 1973, ia digantikan oleh sistem hybrid saat ini. Negara saat ini, hampir semua besar dan menengah (kecuali China) memiliki nilai tukar yang fleksibel.

Resume Makroekonomi Samuelson - Nordhaus Chapter 26 (Ed.19): The Challenge of Economic Development

Ch 26 Tantangan Pembangunan Ekonomi
A. Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan
1.     Teori populasi Malthus bertumpu pada hukum yang semakin berkurang. Dia berpendapat bahwa populasi, jika tidak diperhatikan, akan cenderung tumbuh pada tingkat geometris (atau eksponensial), dua kali lipat setiap generasi atau lebih. Tetapi masing-masing anggota dari populasi yang berkembang akan memiliki sumber daya lahan dan alam yang lebih sedikit untuk bekerja. Karena semakin berkurang, pendapatan bisa tumbuh pada tingkat aritmatika pada kondisi terbaik; output per orang akan cenderung turun begitu rendah untuk menstabilkan populasi pada tingkat penghidupan yang dekat dengan kelaparan.
2.     Selama dua abad terakhir, Malthus dan para pengikutnya telah dikritik pada beberapa alasan. Di antara kritik utama adalah bahwa Malthusians mengabaikan kemungkinan kemajuan teknologi dan diabaikan pentingnya KB sebagai kekuatan dalam menurunkan pertumbuhan penduduk. Neo-Malthusians yang melihat batas-batas pertumbuhan dari kendala lingkungan, terutama pemanasan global, di mana pasar memberikan sinyal terdistorsi.
B. Pertumbuhan ekonomi di Negara Miskin
3.     Sebagian besar penduduk dunia tinggal di negara-negara berkembang, yang memiliki pendapatan per kapita relatif rendah. Negara-negara berkembang sering menunjukkan pertumbuhan populasi yang cepat, rendah tingkat melek huruf, kesehatan yang buruk, dan proporsi populasi yang tinggi dari populasi  dan bekerja di peternakan:
4.     Kunci pembangunan terletak pada empat faktor:  Sumber daya manusia, sumber daya alam, modal, dan teknologi . Ledakan populasi menyebabkan masalah sebagaimana prediksi Malthus “semakin berkurang” menghantui negara-negara miskin. Pada tujuan yang konstruktif, meningkatkan kesehatan penduduk, pendidikan, dan pelatihan teknis memiliki prioritas tinggi.
5.     Investasi dan tingkat tabungan di negara-negara miskin  rendah karena pendapatan begitu tertekan sehingga sedikit yang dapat disimpan untuk masa depan. Pembiayaan internasional dari investasi di negara-negara miskin telah menjadi saksi banyak krisis selama dua abad terakhir.
6.     Perubahan teknologi sering dikaitkan dengan investasi dan mesin baru. Teknologi menawarkan banyak harapan kepada negara-negara berkembang karena mereka bisa mengadopsi teknologi yang lebih produktif negara maju. Perubahan Teknologi membutuhkan kewirausahaan. Salah satu tugas dari pembangunan adalah untuk memacu pertumbuhan internal dari minimnya semangat kewirausahaan .
7.     Banyak teori-teori pembangunan ekonomi membantu menjelaskan mengapa empat faktor fundamental yang hadir atau tidak  hadir pada waktu tertentu. Ekonom pembangunan saat ini menekankan keuntungan pertumbuhan relatif keterbelakangan, kebutuhan untuk menghormati peran pertanian, dan seni menemukan batas yang tepat antara negara dan pasar. Konsensus terbaru adalah pada keuntungan dari keterbukaan.
8.     Negara harus peduli tentang jatuh ke dalam perangkap kemiskinan, di mana lingkaran setan kemiskinan menyebabkan kinerja yang buruk dan mengunci negara ke dalam kemiskinan terus.
9.     Peran pemerintah sebagai pengambil kebijakan:(a) Menegakan aturan hukum.(B)Membuat investasi penting di modal manusia dan sosial.(C)Batasi sektor publik untuk membersihkan daerah dari keuntungan komparatif.(D)Menjaga perekonomian terbuka untuk perdagangan dan investasi asing.

C. Model alternatif untuk Pembangunan
10.  Banyak "isme" bersaing dengan ekonomi pasar campuran sebagai model untuk pembangunan ekonomi. Strategi alternatif meliputi pendekatan dikelola-pasar negara-negara Asia Timur, sosialisme, dan command ekonomi  gaya-Sovyet.
11.  Pendekatan dikelola-Pasar Jepang dan naga Asia, seperti Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura, terbukti sangat sukses selama seperempat abad terakhir. Di antara bahan utama yang stabilitas makroekonomi, tingkat investasi yang tinggi, sistem keuangan yang sehat, perbaikan yang cepat dalam pendidikan, dan orientasi ke luar dalam kebijakan perdagangan dan teknologi.
12.  Sosialisme adalah jalan tengah antara kapitalisme dan komunisme, menekankan kepemilikan pemerintah dari alat-alat produksi , perencanaan oleh negara, redistribusi pendapatan, dan transisi damai menuju dunia yang lebih egaliter.

13.  secara historis, Marxisme mengambil akar ekonomi terdalam di semi-feodal Rusia dan kemudian dikenakan pada sisa Uni Soviet dan Eropa Timur. Studi dari alokasi sumber daya di negara-negara ini menunjukkan bahwa sumber daya yang dialokasikan oleh perencanaan pusat dengan distorsi harga dan output parah. Ekonomi Soviet bergantung terutama pada industri berat intensif energi dan militer dalam beberapa dekade awal. Stagnasi dan insentif yang buruk untuk inovasi meninggalkan Rusia dan negara-negara perencanaan pusat lain di tingkat pendapatan jauh di bawah orang-orang dari Amerika Utara, Jepang, dan Eropa Barat. Negara-negara tersebut menolak ekonomi komando terpusat untuk beberapa varian dari ekonomi pasar campuran.