Suatu catatan aliran keuangan yang menunjukkan nilai transaksi perdagangan dan aliran dana yang dilakukan di antara suatu negara dengan negara lain dalam suatu tahun terntentu.
Transaksi berjalan: eskpor dan impor barang dan jasa
Transaksi modal: aliran neto modal kepada pemerintah dan kepada swasta
Surplus jika transaksi berjalan (net eksport) dan modal masuk lebih besar dari impor dan modal keluar
Surplus artinya aliran pembayran dan investasi ke suatu negara melebihi aliran yang sama ke negara lain
Kumpulan Materi Kuliah Solution Manual Power Point Kuliah Yang Free Akses
Tuesday, November 22, 2016
Sejarah Sistem Exchange Rate
Fixed Exchange Rate
1. classical gold standar --> sistem nilai tukar tetap dasarnya jumlah emas yang dimiliki tiap2 negara
2. bretton wood sistem -->setelah PD II, sistem tetap yang dapat disesuaikan
Flexible Exchange Rat/Floating Exchange Rate
--> di tentukan oleh supply dan deman
1. classical gold standar --> sistem nilai tukar tetap dasarnya jumlah emas yang dimiliki tiap2 negara
2. bretton wood sistem -->setelah PD II, sistem tetap yang dapat disesuaikan
Flexible Exchange Rat/Floating Exchange Rate
--> di tentukan oleh supply dan deman
Pembangunan Ekonomi Asian Model dan Sosialis
Ciri-ciri menonjol Asian model:
1.Tingginya tingkat investasi
2.Fundamental Makroekonomi yang mantap
3.Berorientasi ke luar
Ciri-ciri menonjol Socialism:
1. kepemilikan pemerintah sumber-sumber produktip
2. perencanaan dan koordinasi berbagai sektor
3. redistribusi pendapatan
4. evolusi damai dan demokratis
1.Tingginya tingkat investasi
2.Fundamental Makroekonomi yang mantap
3.Berorientasi ke luar
Ciri-ciri menonjol Socialism:
1. kepemilikan pemerintah sumber-sumber produktip
2. perencanaan dan koordinasi berbagai sektor
3. redistribusi pendapatan
4. evolusi damai dan demokratis
Masalah Pembangunan Ekonomi di Negara Miskin
1.Ledakan penduduk dan rendahnya kualitas sumber daya manusia 2.Sedikitnya tabungan dan investasi 4.terbatasnya perubahan teknologi dan inovasi
5. semakin berkurangnya sumber daya alam
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Ekspor dan Impor
Yang mempengaruhi eksport:
1. tingkat pendapatan nasional negara tujuan eksport
2. tingkat harga barang di pasar internasional
3. kurs mata uang negara mitra dagang
Yang mempengaruhi import:
1. tingkat pendapatan nasional DN
2. tingkat harga barang relatif DN dibandingkan harga barang LN
3. Kurs mata uang
1. tingkat pendapatan nasional negara tujuan eksport
2. tingkat harga barang di pasar internasional
3. kurs mata uang negara mitra dagang
Yang mempengaruhi import:
1. tingkat pendapatan nasional DN
2. tingkat harga barang relatif DN dibandingkan harga barang LN
3. Kurs mata uang
Mengapa Uang diminta dalam perekonomian?
1. untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari / transaction motives
2. untuk pemenuhan kebutuhan berjaga-jaga / precautionary motives
3. untuk pemenuhan spekulasi
2. untuk pemenuhan kebutuhan berjaga-jaga / precautionary motives
3. untuk pemenuhan spekulasi
Bank Central
Tujuan adanya bank central: menjaga stabilitas mata uang relatif dalam negeri (inflasi) dan luar negeri (kurs) serta kebijakan lainnya misal pengangguran, pembangunan daerah.
hubungan dengan tujuannya tersebut tugas2 Bank Central / BI:
1. sebagai bank pemerintah (treasury bill)
2. sebagai bank dari semua bank (lender of bank)
3. mencetak dan mengedarkan uang kartal untuk memperlancar ekonomi dan mengawasinya
4.mengawasi bank umum
5. mengawasi keseimbangan neraca perdagangan luar negeri
Instrumen kebijakan moneter bank central:
1. Diskon rate policy -->penetapan suku bunga pinjaman ke bank umum
2. operasi pasar terbuka --> menjual/beli surat berharga
3. cadangan wajib minimum
4. kebijakan perkreditan
Bagaimana kebijakan moneter mempengaruhi kurva ad-as?
misal tingkat suku bunga bank turun maka investasi akan naik akibatnya agregat deman akan naik, sehingga PDB naik...ada grafiknya :
1. grafik r (tk bunga) dan bank reserves
2. grafik r (tk bunga) dengan investasi
3. grafik C + I +G (agregat demand sebelum dan sesudah investasi naik)
hubungan dengan tujuannya tersebut tugas2 Bank Central / BI:
1. sebagai bank pemerintah (treasury bill)
2. sebagai bank dari semua bank (lender of bank)
3. mencetak dan mengedarkan uang kartal untuk memperlancar ekonomi dan mengawasinya
4.mengawasi bank umum
5. mengawasi keseimbangan neraca perdagangan luar negeri
Instrumen kebijakan moneter bank central:
1. Diskon rate policy -->penetapan suku bunga pinjaman ke bank umum
2. operasi pasar terbuka --> menjual/beli surat berharga
3. cadangan wajib minimum
4. kebijakan perkreditan
Bagaimana kebijakan moneter mempengaruhi kurva ad-as?
misal tingkat suku bunga bank turun maka investasi akan naik akibatnya agregat deman akan naik, sehingga PDB naik...ada grafiknya :
1. grafik r (tk bunga) dan bank reserves
2. grafik r (tk bunga) dengan investasi
3. grafik C + I +G (agregat demand sebelum dan sesudah investasi naik)
Cara Bank Central Mengendalikan Uang Beredar di Masyarakat
- Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
- Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
- Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
- Imbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
Proses Penciptaan Uang Giral Oleh Bank Umum
Salah satu fungsi sistem keuangan adalah penciptaan uang. Penciptaan uang antara lain dapat dilakukan melalui bank umum yaitu dengan melalui penciptaan uang giral. Oleh karena itu, bank umum dapat mempengaruhi jumlah uang beredar. Untuk menggambarkan proses penciptaan uang oleh bank-bank umum dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa asumsi sebagai berikut:
1. Ketentuan reserve requirement (RR) 5 %
2. Semua loanable funds yaitu dana setelah dikurangi RR, disalurkan dalam bentuk kredit.
3. Setiap transaksi menggunakan cek.
4. Semua transaksi dalam bentuk giro.
5. Simpanan giro pertama sebesar Rp. 1 juta dan disimpan pada Bank Umum A.
Proses transaksi untuk penciptaan uang oleh bank umum perekonomian dengan menggunakan asumsi di atas dimulai dengan simpanan nasabah dalam bentuk Giro pada Bank A sebesar Rp. 1 juta. Untuk memenuhi ketentuan Bank Umum A menahan sebesar Rp. 50 ribu (5 % x Rp. 1 juta) sebagai cadangan. Sisanya sebesar Rp. 950 ribu yang dalam hal ini adalah loanable funds dipinjamkan kepada nasabahnya.
Selanjutnya, nasabah yang mendapatkan kredit tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhanya. Pihak penjual dengan adanya transaksi tersebut memperoleh uang yang kemudian menyetorkannya pada rekening gironya di Bank Umum B sebesar Rp. 950 ribu. Oleh Bank Umum B setelah menahan cadangan sebesar 5 % x Rp. 950 ribu = Rp. 47.500, sisa dananya sebesar Rp. 902.500 kemudian dipinjamkan kepada nasabahnya.
Nasabah yang memperoleh pinjaman dari Bank Umum B membelanjakan uangnya tersebut sebagaimana dengan nasabah Bank Umum A sebelumnya. Oleh pihak penjual yang melakukan transaksi tersebut disetorkan ke rekeningnya di Bank Umum C sejumlah Rp. 902.500 yang kemudian menahan sebagian jumlah tersebut sebagai cadangan likuiditas dan selanjutnya menyalurkannya kembali kepada debitur. Proses transaksi seperti ini akan berulang secara terus menerus yang akan berakhir pada suatu tahap di mana tidak ada lagi sisa cadangan likuiditas sehingga loanable funds menjadi nihil dari jumlah simpanan giro awal.
Pada proses penciptaan uang giral oleh bank umum tersebut yang jumlah awalnya hanya sebesar Rp. 1 juta akan menjadi 20 juta setelah melalui proses penciptaan uang giral dengan mekanisme yang sama seperti dijelaskan di atas. Jumlah uang giral, cadangan likuiditas, dan kredit yang diberikan pada akhir proses penciptaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut
D = S/r
Dimana:
D : Jumlah seluruh uang giral, cadangan dan kredit yang diberikan yang akan terwujud dalam proses penciptaan uang.
S : Jumlah uang giral, likuiditas dan kredit yang diberikan yang tercipta pada awal proses penciptaan uang
r : Ketentuan bagian uang giral (dalam persen) yang harus ditahan oleh bank sebagai cadangan likuiditas (reserve requirement).
a. Tabungan giral : D = S/r
= 1.000.000/5% = Rp. 20.000.000
b. Cadangan wajib : D = S/r
= 50.000/5% = Rp. 1.000.000
c. Kredit yang diberikan : D = S/r
= 950.000/5% = Rp. 19.000.000
Money Supply
Money Supply adalah jumlah uang beredar pada perekonomian dan tersedia untuk ditransaksikan. Jumlah persediaan uang ini dibedakan menjadi beberapa kategori yang dibagi menurut likuiditasnya, yaitu:
Money Supply adalah jumlah uang beredar pada perekonomian dan tersedia untuk ditransaksikan. Jumlah persediaan uang ini dibedakan menjadi beberapa kategori yang dibagi menurut likuiditasnya, yaitu:
jumlah uang fisik yang beredar baik kertas maupun koin --> uang kartal dan juga cek dan deposit -->uang giral
Serta dalam arti luas termasuk deposito berjangka, tabungan valas.
Money Supply adalah jumlah uang beredar pada perekonomian dan tersedia untuk ditransaksikan. Jumlah persediaan uang ini dibedakan menjadi beberapa kategori yang dibagi menurut likuiditasnya, yaitu:
jumlah uang fisik yang beredar baik kertas maupun koin --> uang kartal dan juga cek dan deposit -->uang giral
Serta dalam arti luas termasuk deposito berjangka, tabungan valas.
Peran dan Fungsi Uang
1. Sebagai alat tukar
alat tukar yang digunakan dalam transaksi jual beli. Solusi barter.
2. Sebagai satuan pengukur nilai
nilai suatu barang jadi bisa diukur dan dibandingkan.
3. Sebagai alat penimbun kekayaan.
alat tukar yang digunakan dalam transaksi jual beli. Solusi barter.
2. Sebagai satuan pengukur nilai
nilai suatu barang jadi bisa diukur dan dibandingkan.
3. Sebagai alat penimbun kekayaan.
Fungsi Sistem Financial
Fungsi utama dari sistem keuangan adalah :
1. mentransfer sumber daya melewati waktu, sektor dan negara, misal investasi asing di indonesia
2. mengelola risiko ekonomi, misal asuransi
3. untuk membagi dan mengumpulkan dana kepada yang membutuhkan dana, misal reksadana
4. dan clearing house function.;misal membayar dengan cek, clearinghouse akan mendebit dana kamu dan mengkredit ke rek pembeli
1. mentransfer sumber daya melewati waktu, sektor dan negara, misal investasi asing di indonesia
2. mengelola risiko ekonomi, misal asuransi
3. untuk membagi dan mengumpulkan dana kepada yang membutuhkan dana, misal reksadana
4. dan clearing house function.;misal membayar dengan cek, clearinghouse akan mendebit dana kamu dan mengkredit ke rek pembeli
Cara mengatasi inflasi:
A.Kebijaksanaan moneter
1.menaikkan suku bunga
2.menjual surat berharga (OMO)
3.mengawasi kredit secara ketat
4.menaikkan CWM
B.Kebijaksanaan fiskal
1.mengurangi G
2.menaikkan tingkat pajak
3.mengurang subsidi
4.menambah pinjaman pem.baik DN/LN
C.Keb.non-moneter/non-fiskal
1.mendorong produksi nasional
2.kebijaksanaan pengupahan
3.pengawasan harga dan memperlancar distribusi barang
1.menaikkan suku bunga
2.menjual surat berharga (OMO)
3.mengawasi kredit secara ketat
4.menaikkan CWM
B.Kebijaksanaan fiskal
1.mengurangi G
2.menaikkan tingkat pajak
3.mengurang subsidi
4.menambah pinjaman pem.baik DN/LN
C.Keb.non-moneter/non-fiskal
1.mendorong produksi nasional
2.kebijaksanaan pengupahan
3.pengawasan harga dan memperlancar distribusi barang
Interdepence in Open Economic
Dalam jangka panjang, beroperasi di pasar global memberikan kendala dan peluang baru bagi negara-negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka. Tabungan dan investasi, yang sangat mobile dan responsif terhadap insentif dan iklim investasi di negara lain.
Sektor asing memberikan sumber lain dana untuk investasi dan tempat lain untuk menyimpan/saving. Tabungan-domestik lebih tinggi melalui tabungan swasta atau tebungan pemerintah -akan meningkatkan jumlah investasi domestik dan ekspor bersih. Rumusnya adalah:
X=S+(T-G)-I atau Net ekspor = tabungan swasta + tabungan pemerintah - PMDN
Dalam jangka panjang, posisi perdagangan suatu negara akan mencerminkan tingkat tabungan dan investasi nasional. Mengurangi defisit perdagangan membutuhkan perubahan tabungan domestik dan investasi. Salah satu mekanisme yang penting untuk membawa arus perdagangan sejalan dengan tabungan domestik dan investasi adalah nilai tukar.
Selain mempromosikan tabungan yang tinggi dan investasi, negara meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai macam kebijakan dan lembaga. Pertimbangan penting adalah iklim ekonomi makro yang stabil, hak milik yang kuat untuk pada investasi riil dan kekayaan intelektual, nilai tukar mata uang dengan beberapa pembatasan arus keuangan, dan stabilitas politik dan ekonomi.
Tingkat Pengangguran
Penganggur (unemployed person) dan tingkat pengangguran (unemployment rate)
Penganggur adalah bagian dari angkatan kerja (labor force) yang tidak memperoleh pekerjaan
Angkatan kerja adalah bagian dari penduduk usia kerja (working age population) →utk.Indonesia 15 thn. Ke ats utk.Amerika Serikat 16-65 thn.; yang masuk ke pasar tenaga kerja.
Tingkat Pengangguran=(penganggur/angkatan kerja)x100%
Unemployment by reasons:
1.Job loser
2.Reentrant
3.New entrant
4.Job leaver
Jenis-jenis pengangguran
A.Konjungtural→terjadi sebagai akibat adanya penurunan kegiatan ekonomi secara umum (resesi atau depresi)
B.Struktural→terjadi akibat adanya perubahan struktur kegiatan ekonomi dari agraris ke industri mendorong terjadinya perubahan permintaan jenis dan sifat tenaga kerja serta perubahan teknologi yg.digunakan
C.Friksional→terjadi akibat adanya keinginan pekerja utk.mendapat jenis pekerjaan yg.lebih baik dgn.gaji yg.lebih banyak,namun kesempatan kerja seperti itu jumlahnya tdk.terlalu banyak.
Akibat buruk pengangguran
A.Bagi perekonomian
1.GNP tidak maksimal
2.pendapat pajak untuk pembangunan berkurang
3.pertumbuhan ekonomi terganggu
B.Bagi individu
1.kehilangan utk.memeroleh pendapatan
2.kehilangan ketrampilan
3.ketidakstabilan sosial-ekonomi
Upaya-upaya memerangi pengangguran:
1.memperbaiki pelayanan pasar tenaga kerja→menyediakan informasi sebanyak-banyaknya tentang pasar tenaga kerja.
2.menyelenggarakan program pelatihan tenaga kerja
3.menghilangkan hambatan-hambatan yang ada di pasar tenaga kerja
4. mengurangi diinsentif untuk bekerja misal mengurangi subsidi
Hukum Okun (Arthur Okun Law):
Setiap penurunan 2% GNP dari GNP potensialnya, maka akan menaikkan tingkat pengangguran sebesar 1%
Penganggur adalah bagian dari angkatan kerja (labor force) yang tidak memperoleh pekerjaan
Angkatan kerja adalah bagian dari penduduk usia kerja (working age population) →utk.Indonesia 15 thn. Ke ats utk.Amerika Serikat 16-65 thn.; yang masuk ke pasar tenaga kerja.
Tingkat Pengangguran=(penganggur/angkatan kerja)x100%
Unemployment by reasons:
1.Job loser
2.Reentrant
3.New entrant
4.Job leaver
Jenis-jenis pengangguran
A.Konjungtural→terjadi sebagai akibat adanya penurunan kegiatan ekonomi secara umum (resesi atau depresi)
B.Struktural→terjadi akibat adanya perubahan struktur kegiatan ekonomi dari agraris ke industri mendorong terjadinya perubahan permintaan jenis dan sifat tenaga kerja serta perubahan teknologi yg.digunakan
C.Friksional→terjadi akibat adanya keinginan pekerja utk.mendapat jenis pekerjaan yg.lebih baik dgn.gaji yg.lebih banyak,namun kesempatan kerja seperti itu jumlahnya tdk.terlalu banyak.
Akibat buruk pengangguran
A.Bagi perekonomian
1.GNP tidak maksimal
2.pendapat pajak untuk pembangunan berkurang
3.pertumbuhan ekonomi terganggu
B.Bagi individu
1.kehilangan utk.memeroleh pendapatan
2.kehilangan ketrampilan
3.ketidakstabilan sosial-ekonomi
Upaya-upaya memerangi pengangguran:
1.memperbaiki pelayanan pasar tenaga kerja→menyediakan informasi sebanyak-banyaknya tentang pasar tenaga kerja.
2.menyelenggarakan program pelatihan tenaga kerja
3.menghilangkan hambatan-hambatan yang ada di pasar tenaga kerja
4. mengurangi diinsentif untuk bekerja misal mengurangi subsidi
Setiap penurunan 2% GNP dari GNP potensialnya, maka akan menaikkan tingkat pengangguran sebesar 1%
Kurva Philips
Penemuan studi empiris AW Philip (london school of economics) : adanya hubungan yang erat antara tingkat pengangguran dengan tingkat upah nominal. Hubungan tingkat pengangguran dengan tingkat upah nominal adalah negatif. Yang berarti peningkatan tingkat upah nominal yang tinggi akan disertai dengan rendahnya tingkat pengangguran serta sebaliknya.
Revisi Kurva Philip
Pada perkembangannya kurva philip berubah tidak menggunakan tingkat upah nominal namun tingkat inflasi. Hasilnya: jika ingin tingkat pengangguran rendah maka inflasi akan tinggi. Sebaliknya jika inflasi rendah maka tingkat pengangguran tinggi.
Revisi Kurva Philip
Pada perkembangannya kurva philip berubah tidak menggunakan tingkat upah nominal namun tingkat inflasi. Hasilnya: jika ingin tingkat pengangguran rendah maka inflasi akan tinggi. Sebaliknya jika inflasi rendah maka tingkat pengangguran tinggi.
Inflasi
Definisi Inflasi
Kecenderungan terjadinya kenaikan harga-harga umum secara terus menerus.
Definisi tingkat inflasi
Indikator perubahan kenaikan-kenaikan harga-harga umum.
Cara menghitung inflasi
Inflasi= (Harga Umum Aktual-Harga umum aktual periode sebelumnya) dibagi Harga umum aktual periode sebelumnya
Penguukuran Laju Inflasi
1. Indeks biaya hidup -->biaya pengeluaran yang untuk sejumlah barang/jasa yang dibeli untuk keperluan hidupnya
2. Indeks Harga pedagang besar (Wholesale Price Induk) --> menggunakan sejumlah barang pada tingkat pedagang besar
3. GDP Deflator --> membagi GDP nominal dengan GDP riil
Macam-macam inflasi
Jenis inflasi dari segi tingkat keparahannya
1. Inflasi ringan <10%
2. inflasi sedang 10% - 30%
3. inflasi berat 30%-100%
4. hiper inflasi >100%
Jenis inflasi dari tingkat intensitasnya /cepat tidaknya laju inflasi
1. Inflasi yang merayap/creeping inflation -->kenaikan harga lamban dalam waktu relatif lama
2. inflasi menengah -->cukup cepat
3. inflasi tinggi --> sangat cepat
Jenis inflasi dari asalnya :
1. Inflasi Domestik -->terjadi karena gejolak riil dan moneter dalam negeri
2. Inflasi dari luar (imported inflasi) -->terjadi karena gejolak variabel2 luar negeri. misal surplus ekspor netto, sehingga banyak uang beredar di indonesia.
Inflasi dari segi sebab:
1. Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation)
Kenaikan permintaan agregat (semakin banyak jumlah uang yang beredar) tidak diimbangi kenaikan output.
2. Inflasi dorongan penawaran (Cost Push Inflation)
Akibat gejolak penawaran agregat. Misal kenaikan biaya produksi, penawaran agregat akan turun. Mengakibatkan titik keseimbangan yang baru. P naik Q turun.
3. Inflasi campuran
terjadi karena pengaruh permintaan agregat dan penawaran agregat
Pengaruh inflasi
1. Pengaruh inflasi terhadap distribusi pendapatan: tidak merata, Mengubah distribusi pendapatan, misal yang dirugikan adlah kelompok yang berpendapatan tetap.
2. pengaruh inflasi terhadap alokasi faktor2 produksi
Inflasi mengubah alokasi faktor2 produksi.Inflasi mengakibatkan alokasi produksi menjadi tidak efisien.Menaikkan ongkos produksi barang.
3. Pengaruh inflasi terhadap output
Inflasi menyebabkan kenaikan output yang diproduksi. Umumnya kenaikan harga melebihi kenaikan upah sehingga untung pengusaha naik. Hal ini mendorong pengusaha menaikkan produksi. Namun jika hiperinflasi output justru akan turun.
Kecenderungan terjadinya kenaikan harga-harga umum secara terus menerus.
Definisi tingkat inflasi
Indikator perubahan kenaikan-kenaikan harga-harga umum.
Cara menghitung inflasi
Inflasi= (Harga Umum Aktual-Harga umum aktual periode sebelumnya) dibagi Harga umum aktual periode sebelumnya
Penguukuran Laju Inflasi
1. Indeks biaya hidup -->biaya pengeluaran yang untuk sejumlah barang/jasa yang dibeli untuk keperluan hidupnya
2. Indeks Harga pedagang besar (Wholesale Price Induk) --> menggunakan sejumlah barang pada tingkat pedagang besar
3. GDP Deflator --> membagi GDP nominal dengan GDP riil
Macam-macam inflasi
Jenis inflasi dari segi tingkat keparahannya
1. Inflasi ringan <10%
2. inflasi sedang 10% - 30%
3. inflasi berat 30%-100%
4. hiper inflasi >100%
Jenis inflasi dari tingkat intensitasnya /cepat tidaknya laju inflasi
1. Inflasi yang merayap/creeping inflation -->kenaikan harga lamban dalam waktu relatif lama
2. inflasi menengah -->cukup cepat
3. inflasi tinggi --> sangat cepat
Jenis inflasi dari asalnya :
1. Inflasi Domestik -->terjadi karena gejolak riil dan moneter dalam negeri
2. Inflasi dari luar (imported inflasi) -->terjadi karena gejolak variabel2 luar negeri. misal surplus ekspor netto, sehingga banyak uang beredar di indonesia.
Inflasi dari segi sebab:
1. Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation)
Kenaikan permintaan agregat (semakin banyak jumlah uang yang beredar) tidak diimbangi kenaikan output.
2. Inflasi dorongan penawaran (Cost Push Inflation)
Akibat gejolak penawaran agregat. Misal kenaikan biaya produksi, penawaran agregat akan turun. Mengakibatkan titik keseimbangan yang baru. P naik Q turun.
3. Inflasi campuran
terjadi karena pengaruh permintaan agregat dan penawaran agregat
Pengaruh inflasi
1. Pengaruh inflasi terhadap distribusi pendapatan: tidak merata, Mengubah distribusi pendapatan, misal yang dirugikan adlah kelompok yang berpendapatan tetap.
2. pengaruh inflasi terhadap alokasi faktor2 produksi
Inflasi mengubah alokasi faktor2 produksi.Inflasi mengakibatkan alokasi produksi menjadi tidak efisien.Menaikkan ongkos produksi barang.
3. Pengaruh inflasi terhadap output
Inflasi menyebabkan kenaikan output yang diproduksi. Umumnya kenaikan harga melebihi kenaikan upah sehingga untung pengusaha naik. Hal ini mendorong pengusaha menaikkan produksi. Namun jika hiperinflasi output justru akan turun.
Thursday, November 17, 2016
Resume Makroekonomi Samuelson - Nordhaus Chapter 30 (Ed.19): Inflation
Ch 30 Inflasi
A. Definisi dan Dampak Inflasi
1.
Inflasi terjadi ketika tingkat harga umum meningkat.
Tingkat inflasi adalah persentase perubahan indeks harga dari satu periode ke
periode berikutnya. Indeks harga utama adalah indeks harga konsumen (CPI) dan
deflator PDB.
2.
Seperti penyakit, inflasi datang dalam tingkat yang berbeda.
Umumnya inflasi yang rendah terjadi di Amerika Serikat (persentase beberapa
poin per tahun). Kadang-kadang, inflasi menghasilkan kenaikan harga dari 50
atau 100 atau 200 persen setiap tahun. Hiperinflasi terjadi ketika mesin cetak
memuntahkan mata uang dan harga mulai naik berkali-kali lipat setiap bulan.
Secara historis, hiperinflasi hampir selalu dikaitkan dengan perang dan revolusi.
3.
Inflasi mempengaruhi perekonomian dengan
mendistribusikan ulang pendapatan dan kekayaan dan merusak efisiensi. Inflasi yang tak terduga
biasanya menjadi keuntungan para debitur, pencari laba, dan spekulan mengambil
risiko. Namun inflasi menyakiti kreditur, kelas pekerja pendapatan tetap, dan
investor real. Inflasi menyebabkan distorsi harga relatif, tarif pajak, dan
suku bunga riil. Orang mengambil lebih banyak uang di bank, pajak akan meningkat, dan pendapatan yang diukur
dapat menjadi terdistorsi.
B. Teori Inflasi modern
4.
Pada setiap saat, ekonomi memiliki tingkat inflasi
yang diharapkan. Ini adalah tingkat yang orang – orang bisa untuk
mengantisipasi dan yang dibangun ke dalam kontrak kerja dan perjanjian lainnya.
Tingkat inflasi yang diharapkan adalah ekuilibrium jangka pendek dan berlanjut
sampai perekonomian terkejut.
5.
Pada kenyataannya, ekonomi menerima guncangan harga secara terus menerus . Penyebab utama
dari guncangan yang mendorong inflasi jauh dari tingkat yang diharapkan
perusahaan adalah tarikan permintaan dan berkurannya pasokan. Tarikan
permintaan menghasilkan inflasi dari terlalu banyak belanja berhadapan dengan terlalu
sedikit barang, menyebabkan kurva permintaan agregat bergeser ke atas dan ke
kanan. Upah dan harga kemudian meningkat di pasar. Inflasi karena berkurangnya
pasokan adalah fenomena baru industri ekonomi modern dan terjadi ketika biaya
produksi meningkat bahkan dalam periode pengangguran tinggi dan idle kapasitas.
6.
Kurva Phillips menunjukkan hubungan antara inflasi dan
pengangguran. Dalam jangka pendek, menurunkan satu tingkat inflasi berarti
menaikkan pengangguran. Begitu pula sebaliknya. Inflasi meningkat pengangguran
menurun. Tetapi kurva Phillips jangka pendek cenderung bergeser dari waktu ke
waktu seperti inflasi yang diharapkan dan faktor-faktor lain berubah. Jika
pembuat kebijakan berusaha untuk menahan pengangguran di bawah NAIRU untuk
waktu yang lama, inflasi akan cenderung naik dan naik.
7.
Teori inflasi modern bergantung pada konsep laju non accelerating
inflatoin rate of unemployment, atau NAIRU, yang merupakan terendah tingkat
pengangguran berkelanjutan yang negara dapatnikmati tanpa risiko kenaikan
inflasi. Ini merupakan tingkat pengangguran sumber daya di mana tenaga kerja
dan produk pasar naik secara seimbang. Berdasarkan teori NAIRU, tidak ada
tradeoff permanen antara pengangguran dan inflasi, dan jangka panjang kurva
Phillips vertikal.
C. Dilema Kebijakan Anti-inflasi
8.
Pusat perhatian bagi para pembuat kebijakan adalah
biaya untuk mengurangi inflasi. Perkiraan saat ini menunjukkan bahwa resesi
besar diperlukan untuk memperlambat inflasi yang diharapkan;
9.
ekonom telah mengajukan banyak usulan untuk menurunkan
NAIRU; proposal penting termasuk meningkatkan informasi pasar kerja,
meningkatkan program pendidikan dan pelatihan, dan menata ulang program
pemerintah sehingga pekerja memiliki insentif yang lebih besar untuk bekerja.
Resume Makroekonomi Samuelson - Nordhaus Chapter 29 (Ed.19): Unemployment and the Foundations of Aggregate Supply
Ch 29 Pengangguran
dan Dasar-Dasar Penawaran Agregat
A. Dasar-dasar Penawaran
Agregat
1.
Penawaran Agregat menggambarkan hubungan antara output
yang sektor bisnis mau memproduksi dan tingkat harga keseluruhan, hal lain
dianggap konstan. Faktor-faktor yang mendasari penawaran agregat adalah(a)potensial
output, ditentukan oleh masukan dari tenaga kerja, modal, dan sumber daya alam
yang tersedia untuk ekonomi, bersama dengan teknologi atau efisiensi penggunaan
input ini digunakan, dan (b)biaya input, seperti sebagai upah dan harga
minyak. Perubahan faktor-faktor yang mendasari akan menggeser kurva AS.
2.
Perbedaan utama dalam analisis AS adalah antara
jangka panjang dan jangka pendek. Dalam Jangka pendek, sesuai dengan perilaku
dalam siklus bisnis dari beberapa bulan sampai beberapa tahun, melibatkan
jadwal penawaran agregat jangka pendek. Dalam jangka pendek, harga dan upah
memiliki unsur-unsur tidak fleksibel. Akibatnya, harga yang lebih tinggi diiringi
dengan peningkatan produksi barang dan jasa. Hal ini ditunjukkan kurva AS yang kemiringannya ke atas
(upward sloping). Dalam jangka pendek analisis AS dan AD digunakan
dalam analisis siklus bisnis para Keynesian.
3.
Yang dimaksud jangka panjang mengacu pada periode
terkait dengan pertumbuhan ekonomi, setelah sebagian besar unsur-unsur siklus
bisnis telah teredam keluar. Dalam jangka panjang, harga dan upah bersifat fleksibel
sempurna; output ditentukan oleh potensi output dan independen dari tingkat
harga. Jadwal penawaran agregat yang jangka panjang adalah vertikal.Analisis
jangka panjang AS dan AD digunakan dalam analisis pertumbuhan
ekonomi klasik.
B. Pengangguran
4.
Pemerintah mengumpulkan statistik bulanan tentang
pengangguran, lapangan kerja, dan tenaga kerja dalam survei sampel dari
populasi. Orang dengan pekerjaan dikategorikan sebagai dipekerjakan; orang
tanpa pekerjaan yang mencari pekerjaan dikatakan pengangguran; orang tanpa
pekerjaan yang tidak mencari pekerjaan dianggap luar angkatan kerja.
5.
Ada hubungan yang jelas antara gerakan dalam output
dan tingkat pengangguran selama siklus bisnis. Menurut Hukum Okun, untuk setiap
2 persen PDB aktual menurun relatif terhadap PDB potensial, tingkat
pengangguran naik 1 persen. Aturan ini berguna dalam menerjemahkan gerakan
siklis dari PDB dalam efeknya terhadap pengangguran.
6.
Ekonom membedakan antara keseimbangan dan
ketidakseimbangan pengangguran. Ekuilibrium pengangguran muncul ketika orang
menjadi pengangguran sukarela ketika mereka bergerak dari satu pekerjaan ke
pekerjaan atau masuk dan keluar dari angkatan kerja. Ini juga disebut
pengangguran friksional.
7.
Pengangguran Disequilibrium terjadi ketika pasar
tenaga kerja atau makroekonomi tidak berfungsi dengan baik dan beberapa orang
berkualitas yang bersedia bekerja pada tingkat upah yang ada tidak dapat
menemukan pekerjaan. Dua contoh disequilibrium adalah pengangguran struktural
dan siklis. Pengangguran struktural muncul untuk pekerja yang berada di daerah
atau industri yang berada dalam kemerosotan terus-menerus karena
ketidakseimbangan pasar tenaga kerja atau upah riil yang tinggi. Pengangguran
siklis adalah situasi di mana pekerja diberhentikan ketika perekonomian secara
keseluruhan menderita penurunan.
8.
Memahami penyebab pengangguran telah terbukti menjadi
salah satu tantangan utama makroekonomi modern. Diskusi di sini menekankan
bahwa pengangguran tidak sukarela timbul karena penyesuaian lambat pada upah
menghasilkan surplus (pengangguran) dan kekurangan (lapangan kerja) di pasar
tenaga kerja individu. Jika upah tidak fleksibel berada di atas tingkat-kliring
pasar, beberapa pekerja dipekerjakan tetapi pekerja lain yang sama-sama
berkualitas tidak dapat menemukan
pekerjaan.
9.
Upah tidak fleksibel karena biaya yang terlibat dalam
pengelolaan sistem kompensasi. Perubahan yang sering dari kompensasi untuk
kondisi pasar akan mengakibatkan terlalu besar bagian manajemen waktu, akan
mengacaukan persepsi pekerja tentang keadilan, dan akan merusak moral pekerja
dan produktivitas.
10. Hal-hal yang harus diperhatikan ketika melihat statistik pengangguran
mengungkapkan beberapa
a.
Resesi memukul semua segmen tenaga kerja, dari tidak
terampil yang paling terampil dan berpendidikan.
b.
Sebuah bagian yang sangat besar dari pengangguran AS
adalah jangka pendek. Durasi rata-rata pengangguran meningkat tajam dalam
resesi yang mendalam dan berkepanjangan.
c.
Dalam kebanyakan tahun, sejumlah besar pengangguran
adalah karena simple turnover, atau penyebab gesekan, seperti orang memasuki
angkatan kerja untuk pertama kalinya atau masuk kembali. Hanya selama resesi
adalah kumpulan pengangguran terutama terdiri dari pekerja yang diPHK.
d.
Perbedaan tingkat pengangguran di Eropa dan Amerika
Serikat mencerminkan kebijakan struktural dan efektivitas manajemen moneter.
Resume Makroekonomi Samuelson - Nordhaus Chapter 28 (Ed.19): Open-Economy Macroeconomics
Ch 28 Ekonomi
–Terbuka Makroekonomi
A. Perdagangan Luar
Negeri dan Kegiatan Ekonomi
1.
Perekonomian terbuka adalah salah satu
yang terlibat dalam pertukaran barang, jasa, dan investasi. Ekspor barang dan
jasa yang dijual kepada pembeli di luar negeri, sedangkan impor adalah barang
dan jasa yang dibeli dari orang asing. Selisih antara ekspor dan impor barang
dan jasa disebut ekspor bersih.
2.
Ketika perdagangan luar negeri
diperkenalkan, permintaan domestik dapat berbeda dari output nasional.
Permintaan domestik terdiri konsumsi, investasi, dan pembelian pemerintah(C+
I +G).Untuk mendapatkan PDB, ekspor(Ex)harus ditambahkan dan impor(Im)dikurangi,
sehingga PDB =C + I + G + X dimana X =ekspor neto =Ex -Im.
Impor ditentukan oleh pendapatan domestik dan output bersama dengan harga
barang dalam negeri relatif terhadap orang-barang asing; ekspor adalah
kebalikannya, ditentukan oleh pendapatan asing dan output bersama dengan harga
relatif. Kenaikan dolar impor untuk setiap kenaikan dolar PDB disebut marginal
propensity to import(MPM).
3.
Perdagangan luar negeri memiliki efek pada
PDB mirip dengan investasi atau pengeluaran pemerintah. Sebagai akibat ekspor
bersih meningkat, ada peningkatan permintaan agregat untuk output domestik.
Ekspor bersih memiliki efek multiplier pada output. Tapi multiplier pengeluaran
dalam perekonomian terbuka akan lebih kecil dari yang di perekonomian tertutup
karena kebocoran dari pengeluaran ke impor. Multiplier adalah

Jelas, hal-hal lain sama, multiplier terbuka-ekonomi lebih kecil dari multiplier perekonomian tertutup, di mana MPm =0.
Jelas, hal-hal lain sama, multiplier terbuka-ekonomi lebih kecil dari multiplier perekonomian tertutup, di mana MPm =0.
4.
operasi kebijakan moneter memiliki
implikasi baru dalam perekonomian terbuka. Contoh penting melibatkan operasi
kebijakan moneter dalam sebuah perekonomian terbuka kecil yang memiliki mobilitas
modal tingkat tinggi. Sebuah negara harus menyelaraskan suku bunga dengan
orang-orang di negara-negara untuk siapa pasak nilai tukarnya. Ini berarti
bahwa negara-negara yang beroperasi pada nilai tukar tetap pada dasarnya
kehilangan kebijakan moneter sebagai instrumen independen kebijakan ekonomi
makro. Kebijakan fiskal, sebaliknya, menjadi alat yang kuat karena stimulus
fiskal tidak diimbangi dengan perubahan suku bunga.
5.
Sebuah perekonomian terbuka beroperasi
dengan nilai tukar yang fleksibel dapat menggunakan kebijakan moneter untuk
stabilisasi makroekonomi yang beroperasi secara independen dari negara-negara
lain. Dalam hal ini, hubungan internasional menambahkan saluran lain yang kuat
untuk mekanisme transmisi moneter dalam negeri. Sebuah pengetatan moneter mengarah
ke suku bunga yang lebih tinggi, menarik modal keuangan asing dan menyebabkan
kenaikan (atau apresiasi) nilai tukar. Apresiasi nilai tukar cenderung menekan
ekspor bersih, sehingga dampak ini memperkuat dampak kontraksi suku bunga yang
lebih tinggi atas investasi dalam negeri.
B. Saling ketergantungan
dalam Ekonomi Global
6.
Dalam jangka panjang, beroperasi di pasar
global memberikan kendala dan peluang baru bagi negara-negara untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi mereka. Mungkin elemen yang paling penting kekhawatiran
terhadapa tabungan dan investasi, yang sangat mobile dan responsif terhadap
insentif dan iklim investasi di negara lain.
7.
Sektor asing memberikan sumber lain dana
untuk investasi dan tempat lain untuk menyimpan/saving. Tabungan-domestik lebih
tinggi melalui tabungan swasta atau fiskal surplus pemerintah -akan
meningkatkan jumlah investasi domestik dan ekspor bersih. Rumusnya adalah:
X=S+(T-G)-I atau Net ekspor = tabungan swasta + tabungan pemerintah - PMDN
Dalam jangka panjang, posisi perdagangan suatu negara akan mencerminkan tingkat tabungan dan investasi nasional. Mengurangi defisit perdagangan membutuhkan perubahan tabungan domestik dan investasi. Salah satu mekanisme yang penting untuk membawa arus perdagangan sejalan dengan tabungan domestik dan investasi adalah nilai tukar.
X=S+(T-G)-I atau Net ekspor = tabungan swasta + tabungan pemerintah - PMDN
Dalam jangka panjang, posisi perdagangan suatu negara akan mencerminkan tingkat tabungan dan investasi nasional. Mengurangi defisit perdagangan membutuhkan perubahan tabungan domestik dan investasi. Salah satu mekanisme yang penting untuk membawa arus perdagangan sejalan dengan tabungan domestik dan investasi adalah nilai tukar.
8.
Selain mempromosikan tabungan yang tinggi dan
investasi, negara meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai macam
kebijakan dan lembaga. Pertimbangan penting adalah iklim ekonomi makro yang
stabil, hak milik yang kuat untuk pada investasi nyata dan kekayaan
intelektual, nilai tukar mata uang dengan beberapa pembatasan arus keuangan,
dan stabilitas politik dan ekonomi.
C. Isu Ekonomi Internasional
9.
analisis Populer melihat defisit perdagangan yang besar
dan melihat "deindustrialisasi." Tapi analisis ini menghadap
perbedaan penting antara produktivitas dan daya saing. Daya Saing mengacu pada
seberapa baik produk suatu negara dapat bersaing di pasar global dan ditentukan
terutama oleh harga relatif. Produktivitas menunjukkan tingkat output per unit
input. Pendapatan riil dan standar hidup tergantung terutama pada
produktivitas, sedangkan posisi perdagangan dan neraca pembayaran tergantung
pada daya saing. Tidak ada hubungan erat antara daya saing dan produktivitas.
10. Nilai Tukar tetap merupakan sumber ketidakstabilan di dunia modal keuangan
yang sangat mobile. Ingat Trilemma fundamental kurs tetap: Sebuah negara tidak
dapat secara terus menerus memiliki kurs tetap teapi kurs yang dapat
disesuaikan, kebebasan pergerakan modal dan keuangan, dan kebijakan moneter
domestik yang independen.
11. Pada tahun 1999, negara-negara Eropa memilih untuk pindah ke mata uang
bersama dan kesatuan bank. Sebuah mata uang umum adalah tepat ketika
suatu wilayah membentuk sebuah mata uang yang optimal. Para pendukung penyatuan
moneter Eropa menunjuk bahwa dengan penyatuan dapat meningkatkan
prediktabilitas, biaya transaksi yang lebih rendah, dan potensi untuk alokasi
modal yang lebih baik. Kekhawatiran terhadap penyatuan mata uang eropa –
seperti sistem kurs tetap yang tidak dapat ditarik kembali – akan membutuhkan
upa dan harga yang fleksibel untuk mendorong penyesuaian terhadap
guncangan ekonomi makro.
Resume Makroekonomi Samuelson - Nordhaus Chapter 27 (Ed.19): Exchange Rates and the International Financial System
Ch 27 Tarif
Exchange dan Sistem Keuangan Internasional
A. Neraca Pembayaran
Internasional
1.
Neraca pembayaran internasional adalah
himpunan rekening yang mengukur semua transaksi ekonomi antara bangsa dan
seluruh dunia. Ini termasuk ekspor dan impor barang, jasa, dan instrumen
keuangan. Ekspor adalah barang kredit, sedangkan impor adalah debit. Lebih
umum, item kredit adalah transaksi yang meningkatkan kepemilikan suatu negara
mata uang asing; . item debit adalah orang yang mengurangi kepemilikan mata
uang asing
2.
Komponen utama dari neraca pembayaran
adalah:
I. Giro (perdagangan barang, jasa, pendapatan
investasi, transfer)
II. Finansial (swasta, pemerintah, dan perubahan cadangan resmi)
Aturan dasar keseimbangan-pembayaran akuntansi adalah
bahwa jumlah semua item harus sama dengan nol: I + II = 0
B. Penetapan Kurs
Valuta Asing
3.
Perdagangan Internasional dan keuangan
melibatkan unsur baru dari mata uang nasional yang berbeda, yang dihubungkan
oleh harga relatif disebut kurs valuta asing. Ketika Amerika mengimpor
barang-barang Jepang, mereka akhirnya harus membayar yen Jepang. Di pasar
valuta asing, yen Jepang mungkin diperdagangkan pada ¥ 100 / $ (atau, secara
timbal balik, ¥ 1 akan perdagangan sebesar $ 01). Harga ini disebut nilai tukar
asingJepang.;
4.
Di pasar valuta asing hanya melibatkan dua
negara, pasokan dolar AS berasal dari Amerika yang ingin membeli barang, jasa,
dan investasi dari permintaan untuk dolar AS berasal dari Jepang yang
ingin mengimpor komoditas atau aset keuangan dari Amerika. Interaksi persediaan
dan permintaan menentukan nilai tukar asing. Lebih umum, nilai tukar valuta
asing ditentukan oleh interaksi yang kompleks dari berbagai negara membeli dan
menjual di antara mereka sendiri. . Ketika perdagangan atau arus keuangan
perubahan, pasokan dan pergeseran permintaan dan perubahan kurs ekuilibrium
5.
Penurunan harga pasar mata uang adalah
depresiasi; kenaikan nilai mata uang disebut apresiasi. Dalam sistem dimana
pemerintah mengumumkan kurs valuta asing resmi, penurunan nilai tukar resmi
disebut devaluasi, sedangkan peningkatan adalah revaluasi.
6.
Menurut daya beli paritas (PPP) teori
nilai tukar, nilai tukar cenderung bergerak dengan perubahan tingkat harga
relatif negara yang berbeda. Teori PPP berlaku baik untuk jangka panjang
daripada jangka pendek. Ketika teori ini diterapkan untuk mengukur daya beli
dari pendapatan di berbagai negara, itu menimbulkan per kapita output dari
negara-negara berpenghasilan rendah.
C. The International
Monetary Sistem
7.
A yang berfungsi perekonomian
internasional membutuhkan sistem kurs lancar operasi, yang menunjukkan lembaga
yang mengatur transaksi keuangan antara negara-negara. Dua sistem nilai tukar
penting adalah (a) nilai tukar yang fleksibel, di mana nilai tukar luar negeri
suatu negara ditentukan oleh kekuatan pasar penawaran dan permintaan; dan (b)
nilai tukar tetap, seperti standar emas atau sistem Bretton Woods, di mana
negara-negara mengatur dan mempertahankan struktur tertentu tukar.
8.
ekonom klasik seperti David Hume
menjelaskan penyesuaian internasional untuk perdagangan ketidakseimbangan
dengan mekanisme emas-aliran. Dalam proses ini, pergerakan emas akan mengubah
jumlah uang beredar dan tingkat harga. Misalnya, defisit perdagangan akan
mengakibatkan arus keluar emas dan penurunan harga domestik yang akan (a)
meningkatkan ekspor dan (b) impor pinggir negara emas kehilangan sementara (c)
mengurangi ekspor dan (d) meningkatkan impor negara emas mendapatkan. Mekanisme
ini menunjukkan bahwa di bawah kurs tetap, negara-negara yang memiliki
keseimbangan-of-pembayaran masalah harus menyesuaikan melalui perubahan tingkat
harga dan output domestik.
9.
Setelah Perang Dunia II, negara
menciptakan sekelompok lembaga ekonomi internasional untuk mengatur perdagangan
internasional dan keuangan. Di bawah sistem Bretton Woods, negara-negara
"dipatok" mata uang mereka terhadap dolar dan emas, memberikan nilai
tukar tetap tetapi disesuaikan. Setelah sistem Bretton Woods runtuh pada tahun
1973, ia digantikan oleh sistem hybrid saat ini. Negara saat ini, hampir semua
besar dan menengah (kecuali China) memiliki nilai tukar yang fleksibel.
Resume Makroekonomi Samuelson - Nordhaus Chapter 26 (Ed.19): The Challenge of Economic Development
Ch 26 Tantangan
Pembangunan Ekonomi
A. Pertumbuhan Penduduk
dan Pembangunan
1.
Teori populasi Malthus bertumpu pada hukum
yang semakin berkurang. Dia berpendapat bahwa populasi, jika tidak diperhatikan,
akan cenderung tumbuh pada tingkat geometris (atau eksponensial), dua kali
lipat setiap generasi atau lebih. Tetapi masing-masing anggota dari populasi yang
berkembang akan memiliki sumber daya lahan dan alam yang lebih sedikit untuk
bekerja. Karena semakin berkurang, pendapatan bisa tumbuh pada tingkat
aritmatika pada kondisi terbaik; output per orang akan cenderung turun begitu
rendah untuk menstabilkan populasi pada tingkat penghidupan yang dekat dengan kelaparan.
2.
Selama dua abad terakhir, Malthus dan para
pengikutnya telah dikritik pada beberapa alasan. Di antara kritik utama adalah
bahwa Malthusians mengabaikan kemungkinan kemajuan teknologi dan diabaikan
pentingnya KB sebagai kekuatan dalam menurunkan pertumbuhan penduduk.
Neo-Malthusians yang melihat batas-batas pertumbuhan dari kendala lingkungan,
terutama pemanasan global, di mana pasar memberikan sinyal terdistorsi.
B. Pertumbuhan ekonomi di
Negara Miskin
3.
Sebagian besar penduduk dunia tinggal di
negara-negara berkembang, yang memiliki pendapatan per kapita relatif rendah.
Negara-negara berkembang sering menunjukkan pertumbuhan populasi yang cepat, rendah
tingkat melek huruf, kesehatan yang buruk, dan proporsi populasi yang tinggi
dari populasi dan bekerja di peternakan:
4.
Kunci pembangunan terletak pada empat
faktor: Sumber daya manusia, sumber daya alam, modal, dan teknologi . Ledakan
populasi menyebabkan masalah sebagaimana prediksi Malthus “semakin berkurang”
menghantui negara-negara miskin. Pada tujuan yang konstruktif, meningkatkan
kesehatan penduduk, pendidikan, dan pelatihan teknis memiliki prioritas tinggi.
5.
Investasi dan tingkat tabungan di
negara-negara miskin rendah karena pendapatan
begitu tertekan sehingga sedikit yang dapat disimpan untuk masa depan.
Pembiayaan internasional dari investasi di negara-negara miskin telah menjadi
saksi banyak krisis selama dua abad terakhir.
6.
Perubahan teknologi sering dikaitkan dengan
investasi dan mesin baru. Teknologi menawarkan banyak harapan kepada
negara-negara berkembang karena mereka bisa mengadopsi teknologi yang lebih
produktif negara maju. Perubahan Teknologi membutuhkan kewirausahaan. Salah
satu tugas dari pembangunan adalah untuk memacu pertumbuhan internal dari
minimnya semangat kewirausahaan .
7.
Banyak teori-teori pembangunan ekonomi
membantu menjelaskan mengapa empat faktor fundamental yang hadir atau tidak hadir pada waktu tertentu. Ekonom pembangunan
saat ini menekankan keuntungan pertumbuhan relatif keterbelakangan, kebutuhan
untuk menghormati peran pertanian, dan seni menemukan batas yang tepat antara
negara dan pasar. Konsensus terbaru adalah pada keuntungan dari keterbukaan.
8.
Negara harus peduli tentang jatuh ke dalam
perangkap kemiskinan, di mana lingkaran setan kemiskinan menyebabkan kinerja
yang buruk dan mengunci negara ke dalam kemiskinan terus.
9.
Peran pemerintah sebagai pengambil kebijakan:(a)
Menegakan aturan hukum.(B)Membuat investasi penting di modal manusia dan
sosial.(C)Batasi sektor publik untuk membersihkan daerah dari keuntungan
komparatif.(D)Menjaga perekonomian terbuka untuk perdagangan dan
investasi asing.
C. Model alternatif untuk
Pembangunan
10. Banyak "isme" bersaing dengan ekonomi pasar
campuran sebagai model untuk pembangunan ekonomi. Strategi alternatif meliputi
pendekatan dikelola-pasar negara-negara Asia Timur, sosialisme, dan command ekonomi gaya-Sovyet.
11. Pendekatan dikelola-Pasar Jepang dan naga Asia,
seperti Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura, terbukti sangat sukses
selama seperempat abad terakhir. Di antara bahan utama yang stabilitas
makroekonomi, tingkat investasi yang tinggi, sistem keuangan yang sehat,
perbaikan yang cepat dalam pendidikan, dan orientasi ke luar dalam kebijakan
perdagangan dan teknologi.
12. Sosialisme adalah jalan tengah antara kapitalisme dan
komunisme, menekankan kepemilikan pemerintah dari alat-alat produksi ,
perencanaan oleh negara, redistribusi pendapatan, dan transisi damai menuju
dunia yang lebih egaliter.
13. secara historis, Marxisme mengambil akar ekonomi
terdalam di semi-feodal Rusia dan kemudian dikenakan pada sisa Uni Soviet dan
Eropa Timur. Studi dari alokasi sumber daya di negara-negara ini menunjukkan
bahwa sumber daya yang dialokasikan oleh perencanaan pusat dengan distorsi harga
dan output parah. Ekonomi Soviet bergantung terutama pada industri berat
intensif energi dan militer dalam beberapa dekade awal. Stagnasi dan insentif
yang buruk untuk inovasi meninggalkan Rusia dan negara-negara perencanaan pusat
lain di tingkat pendapatan jauh di bawah orang-orang dari Amerika Utara,
Jepang, dan Eropa Barat. Negara-negara tersebut menolak ekonomi komando
terpusat untuk beberapa varian dari ekonomi pasar campuran.
Subscribe to:
Posts (Atom)